CaAmaRid, Sultra – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengambil langkah strategis dalam menata manajemen aset daerah dengan melelang puluhan kendaraan dinas yang tak lagi beroperasi secara optimal.

Kegiatan pelelangan terbuka ini merupakan hasil sinergi apik dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kendari, yang diselenggarakan secara hybrid di Lobby Utama Kantor Gubernur Sultra pada Rabu (24/06/2026).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Muhammad Fadlansyah, hadir untuk membuka secara resmi hajatan tersebut.

Dalam arahannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada tim KPKNL Kendari dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra atas kerja keras mereka, sehingga proses pelelangan dapat berjalan dengan transparan, akuntabel, serta tunduk pada regulasi yang berlaku.

“Seluruh kendaraan dinas operasional yang menjadi objek lelang pada hari ini secara teknis dan ekonomis telah melewati masa manfaat serta usia optimal pelayanannya. Oleh karena itu, mekanisme penghapusan aset melalui lelang terbuka merupakan langkah yang tepat untuk memastikan pengelolaan aset daerah tetap berjalan secara efektif, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum,” tegas Muhammad Fadlansyah di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa siklus manajemen Barang Milik Daerah (BMD) bukan sekadar persoalan pengadaan baru, melainkan juga mencakup tahap penghapusan aset yang tertib administrasi.

Momentum ini turut dimanfaatkannya untuk mengingatkan jajaran kepala perangkat daerah agar memperketat pengawasan dan perawatan aset-aset yang masih difungsikan demi menunjang kualitas pelayanan publik di Sulawesi Tenggara.

Di tempat yang sama, Kepala KPKNL Kendari, Irfan Nugraha, merinci bahwa terdapat 27 lot kendaraan operasional yang masuk dalam daftar lelang kali ini.

Total nilai limit dari puluhan aset milik Pemprov Sultra tersebut ditaksir mencapai angka Rp267.937.000.

“Objek lelang terdiri dari 16 lot kendaraan roda dua dan 11 lot kendaraan roda empat. Melalui mekanisme lelang terbuka, kami berharap harga yang terbentuk dapat melebihi nilai limit sehingga memberikan hasil optimal bagi daerah,” urai Irfan Nugraha merincikan target pelelangan.

Irfan menambahkan bahwa sistem pelelangan kini semakin modern karena telah terintegrasi penuh dengan platform digital resmi pemerintah.

Terobosan ini memungkinkan masyarakat dari seluruh penjuru Nusantara untuk berpartisipasi tanpa perlu membuang waktu dan biaya untuk datang langsung ke Kendari.

Meski prosesnya dipermudah, Irfan secara khusus mengimbau warga agar ekstra waspada terhadap potensi kejahatan siber maupun penipuan yang berkedok lelang barang sitaan atau aset negara.

Ia menegaskan agar calon peserta hanya merujuk pada informasi dari situs resmi dan pantang mentransfer sejumlah uang jaminan ke rekening atas nama pribadi.

Acara puncak ditandai dengan pelaksanaan bidding dan pengumuman pemenang oleh Pejabat Lelang KPKNL Kendari.

Rangkaian kegiatan ini ditutup secara seremonial dengan penandatanganan rincian hasil lelang, yang disaksikan langsung oleh Pj Sekda Sultra, Kepala BPKAD Sultra, para Asisten Sekda, Staf Ahli Gubernur, serta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemprov Sultra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *