Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu bukan lagi sekadar direncanakan menjadi bandara internasional. Status tersebut telah ditetapkan pemerintah pusat sejak 2025, sementara penerbangan langsung ke luar negeri kini dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Penerbangan internasional perdana direncanakan melayani rute Palu–Guangzhou, China, menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada Kamis (06/08/2026).

Persiapan layanan keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan, serta fasilitas kedatangan dan keberangkatan internasional terus dimatangkan menjelang penerbangan tersebut.

Bandara Mutiara SIS Al-Jufri telah masuk dalam daftar bandara internasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional.

Keputusan tersebut ditetapkan pada Jumat (08/08/2025) dan masih berstatus berlaku dalam Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Perhubungan.

Dengan demikian, perkembangan terbaru bukan lagi mengenai perubahan status bandara, melainkan dimulainya operasional penerbangan internasional secara langsung dari dan menuju Kota Palu.

Kementerian Perhubungan juga telah membentuk Komite Fasilitasi Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri untuk periode 2026–2031. Komite tersebut menjadi wadah koordinasi layanan imigrasi, kepabeanan, karantina, keamanan, dan pelayanan penumpang internasional.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk memeriksa penumpang yang datang maupun berangkat melalui penerbangan internasional.

Persiapan mencakup penempatan perangkat pemeriksaan, pengujian sistem, serta simulasi akhir sebelum penerbangan perdana dilaksanakan.

Dikutip dari ANTARA yang memuat keterangan Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Mursalim, seluruh perangkat pemeriksaan telah dikoordinasikan dengan pengelola bandara.

“Kami memastikan sarana dan prasarana pemeriksaan keimigrasian sudah siap,” kata Mursalim.

Petugas juga telah menyiapkan mekanisme pemeriksaan dokumen perjalanan, termasuk penanganan penumpang yang masuk daftar pencegahan dan penangkalan maupun tidak memenuhi persyaratan keimigrasian.

Sebelum pelayanan dibuka, Imigrasi Palu dijadwalkan melakukan simulasi terakhir untuk memastikan alur kedatangan dan keberangkatan penumpang berjalan sesuai prosedur.

Penerbangan Palu–Guangzhou sebelumnya direncanakan berlangsung pada Jumat (10/07/2026).

Rencana tersebut tercantum dalam pembahasan progres kesiapan fasilitas penerbangan internasional yang melibatkan pengelola bandara, Dinas Perhubungan Sulawesi Tengah, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan unsur keamanan.

Namun, informasi terbaru yang disampaikan Kantor Imigrasi Palu menyebut penerbangan internasional perdana dijadwalkan pada Kamis (06/08/2026). Belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pergeseran jadwal tersebut.

Karena penerbangannya belum berlangsung, penggunaan istilah “dijadwalkan” tetap diperlukan hingga Garuda Indonesia dan otoritas bandara mengumumkan kepastian operasional secara final.

Selain Garuda Indonesia, China Southern Airlines juga direncanakan melayani penerbangan yang berkaitan dengan rute Palu dan Guangzhou.

Otoritas bandara menginformasikan rencana penerbangan China Southern Airlines pada Selasa (11/08/2026).

Namun, Kantor Imigrasi Palu masih menunggu pemberitahuan resmi dari maskapai tersebut sebelum menyiapkan dukungan operasional lanjutan. Dengan demikian, jadwal China Southern belum dapat dianggap final.

Jika kedua maskapai tersebut benar-benar beroperasi, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri akan memiliki akses langsung menuju salah satu pusat perdagangan dan industri terbesar di China.

Dinas Perhubungan Sulawesi Tengah menyebut sejumlah fasilitas utama telah menjadi fokus persiapan, antara lain ruang kedatangan dan keberangkatan internasional, pemeriksaan imigrasi dan Bea Cukai, fasilitas karantina, serta standar keamanan dan keselamatan penerbangan.

Kesiapan sumber daya manusia juga diperkuat melalui pelatihan bahasa asing bagi petugas bandara dan instansi terkait.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebelumnya memberikan pelatihan Bahasa Mandarin kepada 138 peserta untuk membantu pelayanan penumpang dari China.

Pelatihan tersebut melibatkan personel dari berbagai instansi yang akan bertugas di kawasan terminal internasional.

Pembukaan rute internasional diharapkan memangkas waktu perjalanan karena penumpang dari Sulawesi Tengah tidak lagi harus selalu melalui Makassar atau Jakarta untuk menuju luar negeri.

Konektivitas langsung juga diproyeksikan memperkuat investasi, perdagangan, ekspor, pariwisata, serta mobilitas tenaga kerja dan pelaku usaha.

Dalam keterangan yang dimuat situs resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Gubernur Reny Lamadjido mengatakan perubahan status Bandara Mutiara SIS Al-Jufri merupakan hasil proses panjang dan kerja sama lintas sektor.

“Bandara ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi etalase daerah,” kata Reny.

Pemerintah daerah berharap penerbangan langsung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas pasar produk daerah, serta membuka peluang baru bagi industri perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM.

Meski demikian, keberlanjutan rute akan sangat bergantung pada kepastian jadwal, tingkat keterisian penumpang, kesiapan pelayanan, dan kemampuan daerah menciptakan permintaan perjalanan secara konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *