Bandara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dijadwalkan melayani penerbangan langsung Jakarta–Morowali pulang pergi mulai Kamis (15/10/2026).

Kehadiran rute tanpa transit tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, aparatur pemerintah, tenaga kerja, dan pelaku usaha yang beraktivitas di Kabupaten Morowali.

Kepala Bandara Maleo Morowali Sofyan Palandro mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, dan maskapai penerbangan nasional.

“Alhamdulillah, mulai 15 Oktober 2026, rute Jakarta-Morowali sudah dapat dilayani secara langsung tanpa transit,” kata Sofyan, dikutip dari Media Alkhairaat pada Rabu (14/10/2026).

Sebelumnya, perjalanan udara dari Jakarta menuju Morowali umumnya harus melalui Makassar. Waktu perjalanan, termasuk proses transit, dapat mencapai sekitar tujuh jam.

Penerbangan langsung tersebut diharapkan memangkas waktu perjalanan sekaligus memberikan pilihan transportasi yang lebih praktis bagi masyarakat yang hendak menuju Morowali.

Informasi yang disampaikan pihak Bandara Maleo menyebutkan layanan direncanakan beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Dokumentasi penerbangan perdana memperlihatkan pesawat Sriwijaya Air di Bandara Maleo. Jadwal penerbangan daring juga telah menampilkan layanan Sriwijaya Air dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Morowali.

Namun, rincian jam keberangkatan dan kedatangan yang dipublikasikan sejumlah sumber belum sepenuhnya seragam. Calon penumpang disarankan memastikan kembali jadwal, nomor penerbangan, dan ketersediaan tiket melalui kanal resmi maskapai atau Bandara Maleo sebelum berangkat.

Pembukaan rute tersebut menjadi tambahan penting bagi konektivitas Morowali yang memiliki mobilitas masyarakat dan tenaga kerja cukup tinggi seiring berkembangnya kegiatan industri di daerah itu.

Bandara Maleo terletak di Desa Umbele, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali. Bandara yang dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tersebut memiliki kode IATA MOH dan kode ICAO WAFO.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Bandara Maleo melayani 105.417 penumpang dan 2.228 pergerakan pesawat sepanjang 2025. Rute yang tercatat sebelumnya menghubungkan Morowali dengan Makassar, Palu, dan Bone.

Sriwijaya Air sebelumnya telah melakukan pendaratan dan lepas landas perdana di Bandara Maleo pada Februari 2026. Saat itu, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menilai kehadiran maskapai tersebut dapat memperkuat konektivitas sekaligus memberikan pilihan penerbangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat Morowali dan Morowali Utara.

Pengembangan fasilitas Bandara Maleo juga terus dilakukan. Kementerian Perhubungan menerima hibah pembangunan dan pengembangan bandara senilai Rp177,99 miliar dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park pada Juli 2026.

Pekerjaan tersebut meliputi penataan area keselamatan landasan, perbaikan tanah, perpanjangan landasan pacu, pembangunan area putar pesawat, pemasangan pagar sisi udara, dan penyempurnaan marka landasan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga merencanakan penguatan perkerasan landasan, pelebaran apron, serta penyediaan fasilitas navigasi dan alat bantu visual. Peningkatan tersebut ditujukan agar Bandara Maleo dapat melayani pesawat berkapasitas lebih besar dengan tetap memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Pembukaan penerbangan langsung Jakarta–Morowali diharapkan mengurangi ketergantungan penumpang terhadap penerbangan transit. Rute tersebut juga dinilai dapat mendukung perjalanan dinas, aktivitas usaha, investasi, serta mobilitas masyarakat dari dan menuju Sulawesi Tengah.

Pemerintah daerah berharap frekuensi penerbangan dapat ditingkatkan apabila permintaan penumpang terus bertambah. Keberlanjutan rute akan bergantung pada tingkat keterisian penumpang, konsistensi jadwal, dan kesiapan operasional maskapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *