Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program pembiayaan produktif pemerintah mencapai Rp257,84 triliun hingga 20 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, Sulawesi Selatan tercatat menyerap pembiayaan sebesar Rp14,65 triliun atau sekitar 5,68 persen dari total penyaluran nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut realisasi pembiayaan nasional tersebut telah menjangkau sekitar 4 juta debitur atau penerima kredit.
Capaian itu dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
“Kami terus kembangkan KUR yang juga disalurkan melalui TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) di daerah,” ujar Airlangga, sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Airlangga menjelaskan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 triliun untuk mendukung KUR dan sejumlah program pembiayaan produktif lainnya sepanjang 2026.
Dengan realisasi sebesar Rp257,84 triliun, sekitar 86 persen anggaran pembiayaan tersebut telah tersalurkan hingga 20 Oktober.
Program pembiayaan yang didorong pemerintah meliputi KUR, kredit alat dan mesin pertanian (alsintan), kredit industri padat karya, serta pembiayaan sektor perumahan.
Berdasarkan distribusi wilayah, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penyaluran terbesar, yakni Rp45,46 triliun atau 17,63 persen dari total nasional.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan realisasi Rp41,84 triliun, disusul Jawa Barat sebesar Rp27,76 triliun.
Di luar Pulau Jawa, Sumatera Utara mencatat penyaluran Rp14,8 triliun, sementara Sulawesi Selatan mencapai Rp14,65 triliun.
Capaian Sulawesi Selatan menempatkan provinsi tersebut di antara lima daerah dengan penyaluran terbesar secara nasional.
Penyaluran pembiayaan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun mengembangkan kegiatan usahanya.
Dalam kegiatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan secara simbolis akad kredit produktif senilai Rp53,15 triliun.
Pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada 2.106.401 debitur selama periode Agustus hingga Oktober 2026 melalui 343 lembaga jasa keuangan.
Penerimanya mencakup pelaku UMKM, petani, nelayan, serta kelompok masyarakat yang menjalankan kegiatan usaha produktif.
Pemerintah berharap perluasan pembiayaan di daerah dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja.









